Niat Mandi Wajib Beserta Tata Cara, Penyebab, dan Manfaat

Mandi wajib – Sebagai umat islam tentunya ketika sedang dalam keadaan junub, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk melakukan mandi wajib. Karena kegiatan ini jarang dilakukan, mungkin cuma satu kali sebulannya, terkadang kita lupa kembali mengenai doa, niat beserta tata caranya.

Ulama sendiri sebenarnya membagi hukum mandi menjadi tiga jenis yaitu mandi wajib, mandi sunnah dan mandi haram. Akan tetapi Pada kesempatan kali ini kita hanya akan membahas mandi wajib saja.

Nah, sebagai sesama muslim, kami akan memberikan informasinya lengkap untuk anda. Berbagai penjelasan di bawah ini tentunya ada dasar dan sumbernya yaitu dari Hadist Shohih Bukhari Muslim.

Pengertian Mandi Wajib

pengertian mandi wajib
yenisafak.com

Mandi sendiri jika dalam bahasa Arab yaitu لْغُسْل (ghusl), secara bahasa maknanya ialah “mengalirkan”. Berarti istilah dari mandi wajib atau biasa kita kenal mandi junub adalah diwajibkannya mandi ketika sedang dalam keadaan junub.

Gampangannya mandi wajib adalah suatu kegiatan menyiramkan air secara merata ke semua bagian tubuh dengan serangkaian proses yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Proses dalam mandi wajib yaitu dimulai dari niat, kemudian meratakan seluruh bagian tubuh dengan air.

Tata Cara Mandi Wajib

tata cara mandi wajib
pixabay.com

Berikut adalah tata cara mandi wajib dari yang awal sampai akhir.

a. Niat Mandi Wajib

untuk memulai mandi wajib, hal yang wajib kita perhatikan yaitu niat. Niat tidak harus dengan diucapkan, cukup dilafalkan di dalam hati saja. Niat sendiri adalah sebagai pembeda apakah kita hendak mandi biasa atau mandi wajib. Adapun waktu berniat biasanya di guyuran pertama ke kepala.

b. Membasuh Tangan

supaya memastikan tangan suci dari najis, maka ada baiknya kita untuk membasuh tangan terlebih dahulu sebanyak 3 kali.

c. Membersihkan bagian tubuh Yang Kotor Menggunakan Tangan Kiri

Ada bagian bagian tubuh kita yang biasanya luput dari pengetahuan kita. Organ organ itu seperti kemaluan, dubur ketiak dan sebagainya.

d. Kembali Mencuci Tangan

Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor tadi, barulah kita basuuh kembali tangan kita supaya tangan tetap bersih. Bisa dengan menggunakan sabun atau jika tidak ada, tangan cukup diusap-usapkan ke tanah.

e. Berwudhu

Salah satu sunnah ketika mandi besar yaitu berwudhu. Cara wudhunya biasa seperti kita hendak sholat pada umumnya.

f. Menyiramkan Air ke Seluruh Bagian Rambut

Ini adalah hal wajib yang perlu kita perhatikan. pastikan seluruh bagian rambut dan sela-selanya terkena siraman air. Jika tidak sampai kena air, maka mandi junub anda akan menjadi tidak sah. Caranya yaitu dengan menggosok-gosokkan rambut dengan merata.

g. Menyiramkan Air ke Semua Anggota badan

Setelah dipastikan seluruh bagian rambut terkena air, maka selanjutya kita siramkan air ke semua anggota badan kita. Usahakan siram juga pada bagian bagian tubuh yang susah terkena air seperti dubur, lubang hidung, lubang telinga, sela-sela jari, ketiak, pusar dan sebagainya.

h. Memakai Sabun dan Shampo

Setelah dipastikan seluruh bagian tubuh tersiram air, supaya badan lebih wangi dan tambah bersih, barulah kita cuci tubuh kita kembali dengan menggunakan sabun dan bilas juga rambut dengan shampo.

Mandi besar merupakan kewajiban manakala tidak ada udzur atau tersedianya air. manakala kita memiliki udzur seperti sakit atau tidak mendapatkan air dalam jumlah yang cukup di tempat terdekat, diperbolehkan untuk melakukan tayamun dan memakai debu.

Adapun dasar dari semua tata cara mandi wajib yang sudah dijelaskan bersumber dari hadist shahih yaitu:

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha; dia berkata, “Bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dari janabah maka beliau mulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya kedalam air kemudian menyela dasar-dasar rambutnya, sampai beliau menyangka air sampai kedasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah penjelasan secara lengkap terkait tata cara mandi wajib yang bersumber dari hadist Rasulullah SAW, untuk penjelasan lainnya yang terkait tentang doa dan niat mandi wajib ada di penjelasan selanjutnya.

Doa dan Niat Mandi Wajib

bacaan doa niat mandi wajib
payamuri.com

Supaya Allah berkenan menerima semua amalan ibadah kita, maka kita harus berniat terlebih dahulu ketika hendak mandi wajib.

Terkadang dari kita mungkin saja lupa berniat ketika hendak mandi wajib, tentunya dalam aturan islam hal semacam ini tidak termasuk dari mandi besar, meskipun dalam proses tata caranya memenuhi tata cara mandi wajib.

Kita bisa melafalkan mandi wajib baik dengan lisan ataupun cukup di dalam hati saja dengan niat mandi wajib menghilangkan hadast besar. Supaya lebih membantu supaya niat lebih diluruskan lagi, sebagian ulama menetapkan pengucapan niat adalah hal yang wajib.

a. Doa Niat Mandi Wajib Umum

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya : “Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala”

b. Doa Niat Mandi Wajib Setelah Haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Haid Lillahi Ta’ala”

Artinya:”saya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadast haid karena Allah Ta’ala”

c. Do’a niat mandi wajib setelah nifas

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala.
Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala”

d. Do’a niat mandi wajib setelah berhubungan suami – istri / keluar mani / mimpi basah

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari ‘An Jamiil Badanii Likhuruji Maniyyi Minal Inaabati Fardhan Lillahi Ta’aal.”

Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari seluruh tubuhku karena mani dari jinabat fardhu karena Allah ta’ala”

Hal-hal yang Disunahkan Mandi wajib

  • Membaca basmallah
  • Terlebih dahulu Memulai dengan membasuh semua najis ataupun kotoran yang terdapat di semua anggota badan.
  • Memulai dengan menyiram tubuh bagian kanan kemudian ke kiri
  • Sebelum mandi besar, memulai dengan Berwudhu

Hal hal yang Menyebabkan Mandi Wajib

hal yang menyebabkan mandi wajib
via blogspot.com

Kewajiban mandi wajib akan dibebankan kepada kita manakala ditemukan pada hal hal berikut ini

1. Keluar Air Mani

Keluarnya air mandi adalah hal yang menyebabkan mandi wajib, baik dari laki-laki ataupun wanita. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya : “Dari Abu Sa’id Al-Khudri Ra. Ia berkata, Rasulullah Saw.bersabda, ‘Air itu karena air (wajibnya mandi karena keluarnya air mani),’” (HR Muslim).

Dari hadist tersebut dapat disimpulkan bahwasanya kewajiban mandi setelah keluarnya air mani adalah hal yang mutlak, baik disengaja ataupun tidak, ketika dalam keadaan sadar ataupun lagi tertidur, dengan syahwat ataupun tidak.

Dan juga untuk bisa membedakan antar mani, madzi, dan wadi berikut ini akan saya jelaskan masing-masing:

Mani: Inilah cairan yang mana keluar saat sedang bersetubuh, atau mimpi basah dan ketika keluar terasa enak. Adapun ciri-cirinya yaitu aromanya seperti telur busuk, warna putih.

Madzi: suatu cairan disebabkan adanya syahwat yang membuncah dan keluar dari kemaluan. Adapun ciri-cirinya yaitu tidak ada bau, Perbedaannya dengan air mani yaitu jika keluar madzi tidak terasa lemas, dan syahwatnya tidak sempurna. Air madzi termasuk benda najis, jadi harus dibersihkan dan juga tidak diharuskan untuk mandi wajib.

Wadi: suatu cairan yang keluar disebabkan seseorang kecapekan. Ciri-ciri keluarnya wadhi yaitu ketika habis melakukan aktifitas yang menguras banyak tenaga dan keluar ketika kencing.Ketika keluar cairan ini, tidak diwajibkan untuk mandi.

2. Bersenggama

Apabila sepasang suami istri melakukan senggama atau dua alat kelamin bertemu, kemudian mengeluarkan air mani ataupun tidak, tepat wajib baginya untuk mandi junub. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :

“Bila dua kemaluan bertemu atau bila kemaluan menyentuh kemaluan lainnya maka hal itu mewajibkan mandi janabah”.

3. Melahirkan

Melahirkan juga adalah suatu kewajiban walaupun dalam keadaan normal atau yang dilahirkan hanya berupa daging ataupun darah.

Sementara terkait kewajiban mandi bagi mereka yang melakukan operasi cesar, masih terdapat perbedaan di antara kalangan ulama, sebagiannya berpendapat wajib, sedangkan sebagian yang lainnya berpendapat tidak wajib.

4. Meninggal

Ketika menjumpai keluarga ataupun tetangga yang meninggal, maka sudah menjadi kewajiban bagi mereka yang sesama muslim untuk memandikannya. Selain dari itu, ada yang tidak diwajibkan untuk dimandikan, diantaranya seperti orang yang syahid, korban keguguran atau aborsi yang bentuknya masih belum utuh seperti manusia.

5. Terhenti Keluarnya darah Nifas

setelah melahirkan, normalnya tubuh wanita akan mengeluarkan darah nifas melalui kemaluannya. Nifas seseorang dapat terjadi hanya sebentar dan paling maksimalnya yaitu 60 hari.

Apabila darah nifas sudah benar benar berhenti, maka wajib baginya untuk melakukan mandi wajib. Apabila masih mengeluarkan darah nifas, maka tidak sah mandi wajibnya, karena tujuan dari mandi wajib sendiri adalah menghasilkan kesucian bagi tubuh.

Mandi tetap diperbolehkan, namun cuma sekedar menghilangkan bau tidak sedap karena akan berkumpul dengan orang lain.

6. Terhenti Keluar Darah haidh

Haid atau umumnya menstruasi merupakan kondisi normal yang mana kemaluan wanita mengeluarkan darah. Lama-lamanya menstruasi dapat berlangsung cuma satu hari saja dan paling lama yaitu 15 hari. Berikut ini hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang haid.

“Bila keadaan haidh itu datang maka tinggalkanlah shalat. Bila ia telah pergi maka mandi dan shalatlah,” (HR Bukhari dari Sayyidah Aisyah RA).

Adapun pertimbangan seseorang ketika haid diwajibkan mandi wajib yaitu salah satunya yaitu Darah keluar secara terus menerus minimal 24 jam.

Jika tidak memenuhi 24 jam, maka belum diwajibkan mandi. Berarti dia cukup membersihkan kemaluannya sampai suci, berwudhu kemudian mengerjakan sholat, karena masih menjadi kewajiban.

Larangan Ketika Belum Mandi Wajib

Ketika dalam keadaan junub atau memiliki hadast besar, namun belum mengerjakan mandi besar, maka ada larangan bagi mereka yaitu:

1. larangan Menyentuh dan Membaca Al-qur’an

Mayoritas Ulama menyepakati bahwasanya ketika seseorang sedang dalam berhadast besar, dilarang baginya untuk menyentuh Al-qur’an. Adapun yang masih menjadi kajian para ulama yaitu manakala seseorang membaca Al-qur’an, akan tetapi dengan hafalan atau tidak menyentuh mushaf.

Adapun hadist terkait larangan menyentuh Alqur’an sebagaimana berikut ini.

janganlah perempuan yang sedang haid atau orang yang sedang junub membaca sesuatu dari Al-Quran,” (HR Tirmidzi: 131).

Rasulullah pernah membacakan Al-Quran kepada kami setiap saat, selama beliau tidak junub,” (HR. An’Nasa’i: 168, Kitab At-Thaharah).

2. Larangan Mengerjakan Sholat

Baik sholat wajib ataupun sunnah tetap dilarang ketika seseorang dalam keadaan junub. Sebagaimana bunyi ayat Alqur’an yang berbunyi:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi…” (An-Nisa: 43).

3. Dilarang Thawaf Ketika Haji

Hal ini didasarkan ketika Aisyah hendak Umroh dan secara tiba-tiba haidh, kemudian Rasulullah SAW bersabda:

“Kemudian berhajilah, dan lakukan apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji kecuali thawaf dan shalat.” (HR.Al-Bukhary dan Muslim, dari Jabir bin Abdillah).

Hadist tersebut shohih dan Larangan tersebut sudah disepakati di antara kalangan ulama.

4. Terlarang Untuk Dicerai atau Ditalak

Satu hal yang harus diketahui oleh pasangan suami istri khususnya suami yaitu larangan untuk mentalak istrinya manakala istrinya tersebut dalam keadaan junub. Alangkah baiknya, si suami sabar menunggu sampai istrinya benar benar dalam keadaan suci lagi.

Hal Yang perlu Diperhatikan Ketika Mandi Wajib

hal yang perlu diperhatikan mandi wajib
kakakpintar.com
  1. Air yang digunakan haruslah suci dan mensucikan. Diantara tanda air dapat dikatakan suci yaitu tidak berubahnya dari segi bau, rasa, warna, maupun sifatnya.
  2. Mandi wajib adalah pengganti wudhu, sehingga ketika kita sudah mandi wajib, maka tidak wajib lagi untuk berwudhu. Sebagaimana riwayat hadist yang berbunyi “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berwudhu setelah mandi.”
  3. Wajibnya terkena air untuk semua anggota badan. Terkadang ketika mandi, ada saja bagian yang luput dari pengawasan kita, terutama bagian bagian tubuh yang tertutup. Khusus bagi mereka yang berbadan gemuk, ada hal yang harus lebih diperhatikan  seperti lipatan-lipatan lemak di kulit.
  4. Dilakukan di tempat yang tertutup.
  5. Kepala tidak boleh ditutup dengan benda apapun, karena akan menghalangi air untuk masuk.
  6. Dilarang menunda mandi wajib sampai matahari terbit.

Larangan Mengakhirkan Mandi Wajib

larangan mengakhirkan mandi wajib
cloudpro.co.uk

Ketika badan masih berhadast besar, maka kita harus menyegarakan mandi wajib. Kenapa demikian? Lantaran ketika masih memiliki hadast besar maka kita tidak dapat untuk mengerjakan ibadah sholat dan ibadah yang lain.

Berikut daftar larangan mengakhirkan Mandi Wajib

  1. Mengakhirkan mandi wajib ketika tiba waktu sholat.
  2. Di waktu yang sama, sholat ditinggalkan ketika darah haid sudah berhenti. Apabila berhentinya darah sebelum datangnya sholat ashar walaupun cuma dapat satu rokaat saja, tetap mengerjakan sholat ashar adalah kewajiban baginya.

Manfaat dan Hikmah Mandi Wajib

manfaat mandi wajib
pinterest.com

Setelah Bersenggama, dengan Mandi wajib Dapat Mengembalikan energi. Berdasarkan hadist Rasulullah SAW, ada penjelasan bahwasanya ketika Rasulullah Selesai mandi junub, maka seolah olah ada 2 beban yang menghilang, yaitu rasa malas, dan meningkatnya kemampuan untuk melihat keajaiban ciptaan tuhan disaat bangkit dari tidur.

Menghilangkan Bau Tidak Sedap di Badan

Ketika dalam keadaan junub biasanya mencium aroma yang aneh terlebih lagi terlebih lagi bagi wanita yang sedang haid. Tentunya dengan mandi, bau-bau yang menempel di badan kita akan hilang.

Melancarkan peredaran darah

Berdasarkan berbagai riset yang dilakukan oleh lembaga riset trombosit di Inggris, menunjukkan bahwasanya orang yang memiliki kebiasaan mandi pagi (biasanya mandi wajib dilakukan pada pagi hari) dengan air dingin dapat melancarkan peredaran darah.

makanya tidak heran bilamana setelah melakukan mandi besar kita merasakan tubuh kita segar dan bugar.

Dengan sirkulasi darah yang lancar, maka ketegangan pada otot dan sendi akan berkurang, bahu kaku akan teratasi, dan meredakan peradangan.

Memperbaiki rambut Yang Rontok

Dengan sering rajin rajinnya mandi junub di pagi hari, maka bagi anda yang memiliki masalah rambut rontoh dan kusam akan teratasi. Tahukah anda bahwasanya air dingin di pagi hari bisa membuat akar rambut anda kuat dan mencegah timbulnya kutikula rambut.

Demikianlah penjelasan tentang mandi besar / junub / wajib, semoga bermanfaat, dan terima kasih.

Leave a Comment